Aksara Batak Toba


Untuk menghilangkan bunyi “a” pada ina ni surat digunakan tanda pangolat
Contoh:

Untuk menghasilkan bunyi haborotan “u” digunakan huruf kapital bersangkutan
Contoh:
Beberapa aturan penulisan harus diperhatikan dalam menulis Aksara Batak adalah sebagai berikut:
1. Jika hatadingan “e” dan haluaan “o” adalah sebuah suku berdiri sendiri maka terlebih dahulu ditulis ina ni surat lalu diikuti anak ni surat bersangkutan
Contoh: 

2. Jika “singkora” dan “haborotan” sebagai suku berdiri sendiri maka penulisan dapat berdiri sendiri.
Contoh:
3. Jika anak ni surat terletak di depan sebuah ina ni surat diikat oleh pangolat dalam satu suku , maka anak ni surat tersebut melekat pada ina ni surat di ikat pangolat
Contoh:
Perhatikan:
ompung diatas terlebih dahulu dibagi suku katanya menjadi om –pung sehingga bunyi “o” melekat pada “ma” karena diikat oleh pangolat.
Perhatikan :
doltuk terdiri dari suku dol – tuk sehingga bunyi “o” pada suku “dol” melekat pada “la” karena diikat oleh pangolat. Demikian juga bunyi “u” pada suku “tuk” melekat pada “ka” karena diikat oleh pangolat.

Perhatikan:
“simanjuntak” terdiri dari suku si – man – jun –tak perhatikan penempatan bunyi bunyi “u” pada suku “jun” melekat pada “na” karena diikat oleh pangolat.


Tanda Silbe dan Opat Haloho

Silbe fungsinya untuk menandakan tanda sambung sebuah terpotong dalam sebuah baris kalimat

Opat Haloho berfungsi untuk menandakan berakhirnya sebuah topik/cerita.

Bergabunglah bersama forum Batak untuk menambah wawasan Kebudayaan Suku Batak
dan jangan lupa bergabung dengan komunitas facebookers Batak di facebook.

0 comments:

  • Gambar Logo facebookers Batak
  • . . . Copy dari
  • sampai
  • dan tempel disini . . .
  • description

Video Gallery